Kekalahan dari Juventus terasa pahit untuk AS Roma, mengingat laga tersebut juga diwarnai kontroversi. Tapi dengan kompetisi masih panjang, Giallorossi bertekad move on dan segera kembali ke jalur positif.

Akhir pekan lalu, Roma menelan kekalahan pertamanya di musim ini kala bertandang ke Juventus Stadium. Roma kalah 2-3 di mana laga berlangsung panas, diwarnai tiga penalti dan dua kartu merah. Tak ketinggalan pelatih tim 'Serigala' Rudi Garcia juga diusir wasit karena dianggap melakukan gestur yang provokatif.

Situasi panas tak mereda seusai pertandingan. Roma melancarkan kritik pedas terhadap kepemimpinan wasit karena dianggap merugikan. Anak-anak ibukota merasa dua penalti yang diberikan kepada Juve kontroversial karena sejatinya terjadi di luar kotak terlarang.



Apapun, laga telah usai dan tidak ada yang bisa diubah. Penyerang Roma Adem Ljajic tak mau membuat masalah kembali besar, hanya menegaskan timnya kini cuma fokus bangkit dan kembali ke jalur kemenangan.

"Cara terbaik adalah untuk tidak membicarakan apa yang terjadi pada hari Minggu lalu. Saya lebih baik diam saja," katanya kepada Roma Radio.

"Sepakbola akan lebih berkembang jika kita punya teknologi replay video di laga-laga yang berlangsung. Saat itu kami tampil baik, memasuki lapangan dengan konsentrasi, mencetak dua gol dan kebobolan tiga kali yang seharusnya dianulir. Kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi," lanjutnya.

Berkat kekalahan tersebut, Roma kini tertinggal tiga poin dari Juve. Mengemas nilai 15, anak asuh Garcia baru satu kali kehilangan angka penuh dari enam pertandingan. Baru berjalan enam pekan, Roma menjaga optimismenya memburu scudetto.

"Kami melangkah maju, semuanya bisa terjadi dan kita akan lihat di mana posisi kami pada akhir musim. Roma lebih kuat musim ini, baik dalam hal para pemain baru dan mentalitas," sahut Ljajic.

"Saya percaya kami memainkan sepakbola terbaik di Italia dan merupakan tim terbaik. Sekarang kami harus menang lagi dan memberikan semua yang bisa diberikan," demikian pemain internasional Serbia ini seperti dilansir Football Italia.