Badan tertinggi sepakbola Eropa (UEFA) secara resmi menjatuhkan hukuman enam bulan larangan terlibat langsung dengan sepakbola kepada presiden sepakbola Italia (FIGC) Carlo Tavecchio. Keputusan ini terkait dengan komentar rasis dari Tavecchio.

Seperti diketahui, saat mengajukan diri sebagai calon presiden FIGC, Tavecchio mengeluarkan komentar yang berbau rasisme. Lantas komentar itu menimbulkan pro-kontra, UEFA yang sedang gencar memerangi rasisme di sepakbola tak tinggal diam, investigasi segera dilakukan oleh badan Kode Etik dan Displin mereka. Hasilnya pun sudah diumumkan.


“Mr. Tavecchio tidak memenuhi syarat untuk posisi apapun sebab UEFA memutuskan melarangnya untuk enam bulan ke depan sejak diumumkannya keputusan ini. Mr Tavecchio tidak akan berpartisipasi dalam Kongres UEFA selajutnya pada 24 Maret 2015,” tulis rilis resmi UEFA, Rabu (8/10/2014).

“Mr. Tavecchio akan mengadakan sebuah spesial event di Italia yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip resolusi EUFA dengan tajuk ‘Sepakbola Eropa Bersatu Melawan Rasisme’,” lanjut rilis itu.

Sementara itu, Tavecchio tak ingin berpolemik lebih panjang dengan UEFA. Dalam komentar terakhir terkait keputusan badan sepakbola tertinggi Eropa itu, pria berusia 71 tahun itu menyatakan akan mengikuti keinginan UEFA, namun hukuman tersebut tidak akan berpengaruh tehadap posisinya sebagai orang nomor satu di dunia sepakbola Italia.



SUMBER