Pelatih tim nasional Republik Irlandia, Giovanni Trapattoni buka suara mengenai pertandingan antara Juventus dengan AS Roma yang sarat kontroversi beberapa waktu lalu. Menurut pelatih berusia 75 tahun ini, La Vecchia Signora memang sudah lama dimusuhi oleh publik Italia.

Juve sendiri hingga saat ini masih kerap diserang oleh hujatan karena dianggap memenangi laga kontra Roma dengan cara kontroversial. Laga tersebut dinilai banyak kalangan bahwa Juve telah dibantu oleh keputusan wasit.


Melihat hal tersebut, membuat Trapattoni ikut mengomentari mengenai apa telah lama telah menimpa mantan klub asuhannya tersebut. Menurut pelatih yang kerap disapa Mr. Trap itu, Juve memang sudah sangat lama menjadi musuh bersama masyarakat Italia yang didominasi oleh para pendukung klub rival yang tidak terima tim kesayangannya dikalahkan oleh Bianconeri.

“Ini merupakan sebuah peristiwa yang biasa terjadi. Mereka (para pesaing Juve) selalu merasa menjadi korban dari kecurangan yang sebenarnya tidak pernah dilakukan Juve. Juve mampu selalu memenangi pertandingan karena memiliki skuad yang fantastis di setiap eranya,” beber Trapattoni, seperti dilansir Football Italia, Sabtu (18/10/2014).

“Pada saat saya menukangi Juve, kami berhasil memenangi banyak gelar di level Internasional dan tidak ada satu pun yang merupakan pemberian. Coba Anda pahami, pada musim lalu saat Conte masih melatih tim itu, dan mampu memperoleh 102 poin apakah itu merupakan sebuah hadiah? Jelas tidak, itu karena mereka memang pantas mendapatkannya,” sambung pelatih yang membesut Juve periode 1976-1986 dan 1991-1994 tersebut.

“Dari laga kemarin (melawan Roma), kalian bisa melihat bahwa hanya tim bermental juara yang berhak memenangi pertandingan. Sepakbola tidak memiliki tempat untuk orang-orang lemah,” tutupnya.




SUMBER