Fernando Llorente harus rela bergantian bermain di lini depan Juventus. Kendati demikian, dia tak gusar dan menyerahkan pilihan di lini depan pada Massimiliano Allegri.

Dalam dua pertandingan terakhir Bianconeri, Llorente tak menjadi starter. Saat Juve memetik kemenangan atas Empoli, Llorente bahkan tak bermain sama sekali. Sementara ketika The Old Lady memetik kemenangan 3-2 atas Olympiakos di matchday 4, Rabu (5/11/2014), dia masuk sebagai pemain pengganti.



Di musim ini, Llorente sudah 12 kali bermain di semua ajang. Riciannya, 10 kali sebagai starter dan dua kali turun dari bench.

Bukannya tanpa sebab Llorente harus rela mendapatkan menit bermain yang terbatas. Kedatangan Alvaro Morata adalah penyebab utamanya. Selain penyerang asal Spanyol itu, Juve juga masih punya Carlos Tevez sebagai alternatif di lini depan.

Morata yang telah pulih dari cedera lutut saat ini sudah bermain sebanyak 10 kali di semua ajang. Dia tiga kali menjadi starter dan tujuh kali memulai laga dari bangku cadangan.

Sementara itu, Tevez boleh dibilang menjadi pilihan utama Allegri. Dia sudah 13 kali bermain di semua ajang, 12 kali menjadi starter, dan cuma sekali menjadi pemain pengganti.

Soal pilihan lini depan Juve, Llorente pasrah pada pilihan Allegri. Tapi, dia juga berujar akan terus meningkatkan penampilan.

"Ada banyak talenta di sini dan itu terserah pada Allegri untuk memutuskan siapa yang akan bermain. Yang terpenting adalah siapapun ang masuk dari bangku cadangan bisa bermain dengan spirit yang benar," kata Llorente di situs resmi Juve.

"Saya ingin meningkatkan performa, membantu tim dengan gol-gol saya, dan mungkin bisa mencetak gol lebih banyak dari musim lalu," imbuhnya.