TURIN – Massimiliano Allegri hanya bisa prihatin sembari bersimpati. Attaccante mudanya, Álvaro Morata, tengah didera situasi buah simalakama.

Morata sempat diberi kepercayaan tampil sebagai starter Rabu (5/11/2014) dini hari WIB, saat Juventus melakoni matchday keempat Grup A Liga Champions, menjamu Olympiakos.

Terlepas dari kemenangan tipis 3-2, performa bomber yang dibeli dari Real Madrid itu dianggap banyak pihak mengecewakan, saat diduetkan dengan Carlos Tévez di lini gedor. Malah Fernando Llorente yang diacungi jempol selepas berangkat dari bench menggantikan Morata.

Padahal saat masih dibekap cedera, Allegri sering didesak untuk segera memainkannya. Aksi pemain yang acap disebut titisan Fernando Morientes itu paling dinantikan. Tapi ketika diturunkan, Morata malah diprotes dan dicibir.

“Tentu saja sebelumnya banyak orang mendesak bahwa Morata harus tampil, sekarang mereka komplain ketika dia bermain. Dia masih 22 tahun dan belum pernah jadi starter yang sesungguhnya. Dia masih harus tumbuh dan memetik pengalaman,” bela Allegri.

“Belakangan performanya sangat baik, tapi dibandingkan dengan laga melawan Empoli atau laga (vs Olympiakos) di Athena, penampilannya lebih buruk. Itu normal karena dia masih sangat muda dan masih berkembang,” lanjut sang allenatore.

“Sebagai contoh, Anda pikir (Kingsley) Coman harus bermain di setiap pertandingan. Tapi masalahnya dia masih belia dan butuh waktu untuk berkembang,” tambah Allegri lagi, seperti dikutip Football-Italia, Rabu (5/11/2014).

Secara keseluruhan, pelatih kelahiran Livorno 47 tahun silam itu cukup senang dengan penampilan Morata dan tentunya segenap anggota skuad lainnya. Kemenangan atas Olympiakos, kembali membuka peluang La Vecchia Signora untuk merebut selembar tiket fase 16 besar.

“Saya puas dengan performa tim. Kami menciptakan banyak sekali peluang, tapi sekali lagi, kami juga sering menyia-nyiakannya. Kami sempat dikatakan sudah tersingkir, tapi kemudian kami menang dan sekarang masih bisa menjuarai grup,” paparnya.

“Di Liga Champions, lawan Anda adalah tim yang memenangi liga masing-masing atau finis di dekat posisi atas. Soal fisik, saya pikir kami sudah menunjukkan intensitas dan mampu menandingi tim sekuat Olympiakos,” tuntas Allegri.

Sumber