Chelsea dan José Mourinho hanya bisa gigit jari ketika kalah cepat dalam perburuan gelar Premier League musim lalu. The Blues hanya mampu finis ketiga dengan selisih empat poin dari sang juara, Manchester City, lantaran skuad Chelsea dianggap masih ada yang kurang dan belum komplet di segala lini.


Francesc Fabregas i Soler (Foto: Toussaint Kluiters/REUTERS)

Oleh karenanya, Mou – sapaan Mourinho, berupaya keras menambah daya skuadnya di lantai bursa musim panas ini. Mulai dari Diego Costa, Didier Drogba, Filipe Luís dan terutama Francesc Fàbregas didatangkan, demi kelengkapan skuad menurut proyek Mou.

Keempatnya diboyong juga untuk mengisi sejumlah spot di tim yang ditinggalkan David Luiz, Ashley Cole, Frank Lampard dan Romelu Lukaku. Dari rekrutan di musim panas ini, Mou tak segan menyebut Cesc (sapaan Fàbregas) sebagai pembelian terbesarnya.

Terbesar dan juga terbaik. Gelandang yang komplet, fleksibel dan pastinya, diklaim Mou sebagai missing piece atau “kepingan yang hilang” di tim London Barat tersebut.

“Dia bisa bermain sebagai pemain nomor delapan (gelandang sentral) atau nomor 10 (playmaker), plus fakta bahwa dia punya pengalaman sebelumnya di Premier League. Dia juga bukan pemain yang terdaftar dalam pemain asing (non Uni Eropa) dna itu penting untuk Liga Champions,” papar Mou, seperti disitat Soccerway, Senin (4/8/2014).

“Saya memburunya karena dia bisa bermain di mana saja. Kualitas terbaiknya adalah kecepatan menganalisa permainan dan mengeksekusinya. Dia jarang kehilangan bola dan membuat keputusan keliru. Dia mampu mengakselerasikan intensitas permainan atau menguranginya. Dia sangat cerdas dan dia merupakan kepingan yang hilang,” tuntas The Happy One.