Kepergian Luis Suarez, topskorer Premier League musim lalu, diprediksi akan mengurangi ketajaman Liverpool. Namun, kepergiannya juga diyakini bisa membawa berkah terselubung.

Musim lalu Suarez mengemas 31 gol, nyaris sepertiga dari total 101 gol The Reds, untuk menjadi pemain tersubur. Musim ini ia tak lagi bisa melakukannya karena sudah hijrah ke Barcelona.



Menilik kontribusi si penyerang asal Uruguay, kepergiannya tentu akan memiliki dampak. Dari sisi produktivitas, banyak yang meyakini dampaknya bakal negatif. Tetapi dari segi utak-atik formasi, tak sedikit yang meyakini sebaliknya.

Musim lalu Manajer Liverpool Brendan Rodgers dinilai harus memberikan ruang buat Suarez dan Daniel Sturridge untuk bisa tampil bersama-sama. Keduanya pun membalas hal itu dengan koleksi total 52 gol Premier League di antara mereka berdua.

Akan tetapi, Rodgers sendiri sebenarnya diketahui sebagai penyuka pola permainan 4-3-3. Hal itu tentu tak mudah ia terapkan dengan keberadaan Suarez dan Sturridge--dua pemain bertipe ujung tombak--secara bersamaan di atas lapangan.

Nah, kepergian Suarez pun kini diyakini akan membuat sang mantan manajer Swansea akan lebih leluasa memainkan formasi kegemarannya tersebut. Pada prosesnya ini juga dapat berimbas positif ke sektor pertahanan Liverpool.

"Perubahan taktik ini tak diragukan lagi akan membuat Liverpool memiliki peluang bikin gol lebih sedikit," tulis Daily Star, dengan menambahkan, "Tapi dengan lini tengah jadi bisa lebih memberikan perlindungan, sektor pertahanan mestinya bisa lebih baik dibandingkan dengan yang kebobolan 50 gol musim lalu.