Arsene Wenger mempertanyakan langkah Manchester City meminjam Frank Lampard dari New York City. Disebut Wenger, deal tersebut hanya upaya The Citizens mensiasati hukuman dari UEFA terkait partisipasi di Liga Champions.

Lampard sudah menandatangani kontrak dengan City dengan status pemain pinjaman hingga enam bulan mendatang. Gelandang internasional Inggris itu saat ini sah tercatat sebagai pemain New York City yang berlaga di Major League Soccer.



Wenger menilai apa ayang dilakukan City sebagai bagian dari mengakali jatuhnya sanksi dari UEFA. Karena melanggar aturan Financial Fair Play, City dihukum hanya diperbolehkan membawa 21 pemain dalam skuatnya untuk pertandingan Liga Champions. Jumlah tersebut harus termasuk lima pemain home-grown.

Selain itu City juga cuma boleh berbelanja 49 juta poundsterling di musim ini. Kedatangan Lampard yang berstatus pinjam tak akan masuk hitungan pengeluaran belanja.

Yang jadi sorotan Wenger adakah New York City merupakan klub yang berafiliasi dengan Manchester City. Di seluruh dunia ada dua klub lain yang sebagian pemilikannya dipunya City yakni Melbourne City di Australia dan Yokohama F Marinos di Jepang.

"Apakah ini cara untuk mensiasati fair play? Saya tidak tahu," seru Wenger di Telegraph.

"Itu sepertinya semua klub milik City memberi sokongan pada Manchester City - Saya dengar mereka mau membeli lima klub di seluruh dunia. Saya tak cukup tahu soal aturannya, tapi mereka membeli franchise sebuah klub seharga US$ 59,4 juta untuk bisa tampil di Amerika Serikat musim depan," lanjut Wenger.