Eks penyerang Manchester United, Andy Cole, menilai para pemain cepat beradaptasi dengan sistem baru yang diterapkan Louis van Gaal. Dia menilai, sistem yang diterapkan Van Gaal cocok dengan kebutuhan para pemain.

Dengan menerapkan formasi 3-5-2, United kini harus bermain dengan tiga orang bek dan tak lagi mengandalkan dua orang fullback, melainkan mengandalkan dua orang wingback. Mereka juga bisa memainkan dua orang penyerang murni, alih-alih memainkan penyerang tunggal dengan salah satunya bergerak sebagai "nomor 10" atau second striker.



"Kami terlihat begitu ofensif dalam pramusim, sementara pada pramusim tahun lalu tidak sama sekali. Jika Anda melihatnya, para pemain bermain dengan bagus, semuanya cepat beradaptasi dengan sistem baru," ujar Cole di situs resmi klub.

"Kami membuat banyak kans dan tampak akan selalu menciptakan gol ketika menyerang."

Sistem ini dinilai menyelamatkan banyak pemain seperti Ashley Young dan Antonio Valencia yang musim lalu tidak tampil impresif. Lantaran mampu membantu pertahanan, keduanya masuk dalam pakem baru sebagai wingback.

Sebaliknya, untuk para winger murni seperti Nani dan Wilfried Zaha yang punya kemampuan bertahan minim, sistem ini seperti jadi jalan keluar untuk mereka. Van Gaal bahkan mengatakan, satu-satunya cara Zaha bisa bermain adalah dipasang sebagai penyerang atau dia tidak akan cocok di dalam sistem sama sekali.

Kendati tidak terkalahkan selama tur pramusim di AS, formasi tiga bek ini bukan tanpa kelemahan. United tampak kesulitan ketika menghadapi Liverpool. Barisan tiga bek United terlihat kewalahan kalau harus meladeni pemain cepat semisal Raheem Sterling.

Untuk itu, Van Gaal pun dikabarkan masih mengincar beberapa bek lagi. Dua yang dibidik adalah Thomas Vermaelen dan Daley Blind. Vermaelen kemungkinan besar akan dijadikan salah satu bek tengah, sementara Blind diproyeksikan menjadi wingback kiri ataupun gelandang bertahan.