Kubu Sevilla memilih bersikap realistis jelang laga dengan Real Madrid di Piala Super Eropa. Dengan skuat mewah yang dipunya, El Real bisa saja memaksa Sevilla terus bertahan selama 90 menit.

"Madrid jadi favorit, itu sudah jelas. Kami ingin memberikan perlawanan pada mereka tapi apakah mereka mengizinkan kami melakukannya itu persoalan yang berbeda," cetus pelatih Sevilla, Unai Emery dalam konferensi pers jelang Piala Super Eropa.



Sevilla memang sangat tidak diunggulkan bisa menjadi pemenang saat harus berhadapan dengan Madrid. Setelah menjadi juara Liga Champions dan juga merebut Copa del Rey musim lalu bersama deretan bintangnya, Madrid menambah amunisi dengan memboyong Toni Kroos dan James Rodrigues.

Kondisi berbeda terjadi di Sevilla. Selain Iago Aspas yang dipinjam dari Liverpool tidak ada pembelian besar dilakukan Sevilla di musim panas ini.

"Madrid yang ini berpeluang membuat kami bertahan, ketimbang menyerang, selama 90 menit. Di belakang kami tidak boleh memberikan ruang pada Cristiano yang cepat, (Karim) Benzema dan Bale. Kami tidak boleh memberi James ruang di tengah atau membiarkan (Luka) Modric dan Kroos mendikte permainan. Saat menguasai bola kami harus melakukan serangan balik dengan cepat," lanjut Emery di situs resmi UEFA.

Membiarkan Bale dan Ronaldo lepas di wilayah pertahanan memang akan menghadirkan mimpi buruk buat Sevilla, sebagaimana telah terjadi di La Liga musim lalu. Saat bermain di Santiago Bernabeu kecepatan Bale membuat tuan rumah menang telak 7-3. Namun Sevilla belajar dari kesalahannya dan membalas hasil tersebut saat main di kandang dengan gantian menang 2-1.

Masalah buat Sevilla tidak cuma Bale dan Ronaldo karena Madrid masih punya Benzema serta dua bintang baru: James dan Kroos. Tapi kemenangan yang diraih di La Liga serta sukses di Liga Europa menyisakan keyakinan kalau kejutan akan bisa dibuat dalam laga yang akan dilangsungkan pada Rabu (13/8/2014) dinihari WIB tersebut.

"Dalam performa terbaik kami, kemenangan 2-1 bisa didapat. Itu menjadi awal untuk kami. Yang kita bicarakan ini adalah juara Liga Champions, tapi kami punya rangkaian hasil oke di Liga Europa di mana tim ini bisa bekerja sebagai tim untuk menghadapi kemampuan individu dan tim yang ditempatkan sebagai favorit, seperti Benfica (di final Liga Europa)."

"Kami tahu Madrid, selain soal pemain-pemain barunya, tapi ini adalah soal kami juga kami harus bersatu, cerdik, dan memaksimalkan kualitas serangan sambil menyiapkan pertahanan yang tangguh. Itu semua membantu kami mengalahkan mereka musim lalu," tegas Emery.