Chris Smalling mendapatkan hasil buruk baik bersama klubnya, Manchester United maupun timnas Inggris di Piala Dunia 2014. Pengalaman itu menjadi lecutan bagi Smalling untuk meraih hasil oke di musim ini.

MU memperlihatkan performa mengecewakan di sepanjang musim lalu sehingga harus puas finis ketujuh di klasemen akhir 2013-14. Itu adalah pencapaian terburuk 'Setan Merah' di era Premier League.



Setelah jeblok dengan MU, harapan Smalling untuk memperbaiki musimnya kembali harus pupus menyusul kegagalan Inggris di Brasil. The Three Lions dipaksa pulang cepat setelah tersingkir di babak grup.

Tergabung di grup 'neraka' bersama Italia, Kosta Rika, dan Uruguay, Inggris tak berkutik. Dari tiga laga penyisihan grup, Smalling cs memetik dua kekalahan dan sekali hasil imbang.

Kini, lembaran baru dibuka seiring dimulainya musim baru. MU mengawali liga dengan buruk usai dikalahkan Swansea City 1-2 di Old Trafford. Namun demikian, rentetan kekecewaan ini menjadi motivasi kuat untuk bangkit bagi Smalling.

"Ada jarak yang besar di antara semua hal yang sudah terjadi," ungkap pemilik dua titel juara Premier League itu. "Anda bisa berada di atas dalam satu menit dan kemudian Anda bisa jatuh lagi."

"Itu memperlihatkan kepadaku betapa pentingnya untuk benar-benar berada di level teratas dan melakukan segala yang Anda bisa pada setiap harinya ketika Anda berada di pusat latihan," sambung Smalling di situs resmi klub.

"Ketika Anda mengalami pengalaman seperti itu, Anda tidak akan pernah melupakannya dan Anda harus belajar dari itu. Pengalaman itu akan terus melekat ketika masa yang berat lainnya datang atau ketika Anda butuh kemenangan untuk memuncaki klasemen liga."

"Pengalaman-pengalaman seperti itulah yang bisa membantu Anda untuk semakin termotivasi," imbuh Smalling.

MU akan mencoba meraih kemenangan pertamanya di musim ini dengan menyambangi Sunderland di Stadium of Light pada Minggu (24/8/2014) malam WIB.