Pada 10 musim silam, Petr Cech datang ke Chelsea dan menyingkirkan penjaga gawang utama saat itu, Carlo Cudicini. Kini, seakan karma menimpanya dengan hadirnya Thibaut Courtois sebagai pesaing dalam perebutan satu posisi inti di bawah mistar gawang The Blues.


Petr Cech (Foto: Reuters)

Penjaga gawang Timnas Republik Ceko ini datang dari Rennes pada tahun perdana Jose Mourinho menangani Chelsea. Saat itu, klub asal London Barat tersebut telah mempercayakan posisi kiper utama kepada Cudicini.

Namun, Mou lebih percaya dengan kualitas Cech, yang menurut pelatih asal Portugal itu merupakan salah satu calon penjaga gawang terbaik Eropa di masa depan, dan penilaiannya tepat. Hal itulah yang membuat Cudicini perlahan menghilang dari skuad Chelsea dan akhirnya hengkang ke Tottenham Hotspur pada pertengahan musim 2008-2009 lalu.

Akan tetapi, bak roda berputar, dan musim ini Cech akan mengalami apa yang dirasakan Cudicini tahun 2004 silam. Penyebab utamanya, tentu saja kedatangan Courtois ke dalam skuad tim asal London Barat tersebut, dengan tujuan mengantikan Cech sebagai penjaga gawang utama.

Hal ini, membuat masa depan penjaga gawang berusia 32 tahun itu pun menjadi samar. Ditambah muncul pernyataan Mou dan Courtois yang meminta sang penjaga gawang agar bertahan bersama Chelsea.

“Petr (Cech) merupakan penjaga gawang yang luar biasa, tetapi perbedaan di antara dia dan Courtois adalah 10 tahun, dan kami berpikir harus membuat keputusan soal masa depan klub ini dengan memberikan posisi penjaga gawang utama kepada Courtois,” terang Mourinho, seperti dilansir Soccernet, Kamis (21/8/2014).

“Pada sepuluh tahun silam, saya juga membuat keputusan yang hampir mirip dengan kondisi dia (Cech) sekarang. Saat itu kami telah memiliki Cudicini sebagai kiper utama kami,” sambung mantan pelatih Real Madrid ini.

“Kini saya harus membuat keputusan kepada Cech, karena saya memiliki penjaga gawang berusia 22 tahun yang mampu menjadi kiper klub ini selama bertahun-tahun ke depan,” tuntas pelatih berusia 51 tahun tersebut.