LIVERPOOL – Bak berbalas pantun dengan José Mourinho, arsitek Everton, Roberto Martínez balik mengecam kelakuan Diego Costa terhadap salah satu pemainnya, Séamus Coleman. Buat Martínez, Costa-lah yang mesti diajari etika dalam budaya sepakbola Inggris.

Sebelumnya, Mou – sapaan Mourinho, mengkritik Everton yang gencar memprovokasi Costa agar diusir wasit dengan kartu merah. Tapi dari versi Martínez, Costa yang sedianya jadi ‘biang kerok’ keributan yang sempat terjadi dengan Coleman.

Bomber anyar Chelsea yang didatangkan dari Atlético Madrid itu sebenarnya tampil atraktif dengan menyumbang dua gol, saat The Blues menghancurkan tim sekota Liverpool itu, 6-3 pada pekan ketiga Premier League, dini hari tadi.

Sayangnya, performa apik Costa dinodai oleh ulah Costa yang mencemooh Coleman dengan gestur yang tak pantas, tak lama setelah bek sayap The Toffees itu melakukan gol bunuh diri.

“Saya rasa ada beberapa legiun asing yang ketika mereka datang ke Premier League, harus memahami etika dan budaya yang sepenuhnya berbeda. Hal yang tak boleh Anda lakukan adalah tidak menghormati pemain lain, bahkan jika dia pemain lawan. Saya yakin dia akan sangat cepat belajar,” seru Martínez.

“Kelakuannya di lapangan cukup unik untuk ukuran pertandingan sepakbola di Inggris. Ada profesionalisme dan respek nyata dalam liga yang harusnya dia bisa tunjukkan,” sambungnya, seperti dilansir Goal, Minggu (31/8/2014).

Tak hanya itu, Costa juga tak jarang bertingkah ‘lebay’ terhadap kontak fisik, hingga selalu mendesak wasit untuk mengabulkan permintaan pelanggaran serta tendangan bebas.

“Anda bisa mengerti mengapa para pemain tidak senang (dengan ulah Costa terhadap Coleman). Sama halnya ketika dia berupaya merengek meminta tendangan bebas,” lanjut Martínez.

“Saya pikir akan sedikit butuh waktu lagi buatnya agar paham bahwa Liga Inggris sangat berbeda dan unik. Para pemain harus beradaptasi dengan budaya liga di sini, bukannya liga yang menyesuaikan situasi dengan pemain asing,” tuntas nakhoda kelahiran Katalan 41 tahun silam tersebut.

Sumber