Cerita Seks Pinjam Suami Untuk Hasrat Seks – Pagi itu seperti pagi pagi biasanya. Awan berarak rapi diatas langit yang cerah. Matahari tidaklah terik benar. Waktu baru menunjukan pukul 10 pagi. Sabtu itu aku baru saja selesai bertemu client untuk urusan bisnisku yang semakin berkembang.

Masih dengan berpakaian necis dengan setelan kemeja lengan pendek dan celana bahan sambil mendengarkan lagu – lagu dari mobilku aku perlahan memasuki kompleks perumahan tempat tinggalku. Tampak didepan telah ramai bapak – bapak dan anak – anak muda yang sibuk bekerja bakti di depan jalanan kompleks rumahku. Salah seorang dari mereka yang juga menjabat sebagai bapak RT di lingkunganku menyapaku dengan lantang hingga dapat terdengar oleh yang lain.

“Waduuuhhh… gagah banget pak Adi, baru pulang nih?. Ko libur – libur gini rapi pak?”. Pak RT menyapaku dengan senyuman lebar yang selalu tersungging di bibir hitamnya yang dipengaruhi banyaknya dia mengkonsumsi rokok kretek.
“Gak Pak Erte, abis ketemuan sama Client Pak. Waduh jadi telat deh saya nih ikutan kerja baktinya.” aku berkata sambil turun dari mobil yang kuparkir tepat disamping lahan kosong hingga tidak mengganggu aktifitas kerja bakti tersebut.

Sepatu telah kutinggalkan dan kuletakan di bawah bangku depan, celana panjang ku angkat hingga mencapai lututku.

Aku turun ke got yang tak seberapa dalam tepat disamping pak rt yang sedang menggali lumpur – lumpur hitam yang memenuhi salurannya sehingga membuat air yang mengalir menjadi terhambat di iringi dengan tatapan hampir semua orang yang tengah bekerja bakti membersihkan saluran – saluran air yang mengelililngi kompleks perumahanku.

“Gak ganti dulu pak Adi?. Sayang kan baju keren – keren gitu jadi kena lumpur”. Pak erte bertanya dengan suara yang kurang jelas dikarenakan di mulutnya terselipi sebatang rokok kretek kegemarannya.
“Tanggung Pak, nanti juga dicuci”. Tanganku meraih sebuah pengki yang terletak disebelahku untuk mengangkut lumpur – lumpur hitam yang memenuhi got.

Sumber