Dengan adanya Financial Fair Play yang diterapkan UEFA, membuat klub-klub kaya kurang leluasa menghabiskan uang. Salah satunya Chelsea yang dalam jendela transfer musim panas ini tidak “seagresif” sebelumnya.


Jose Mourinho (Foto: REUTERS)

The Blues sudah dua kali memecahkan rekor transfer Inggris dalam kurun waktu delapan tahun terakhir. Yang pertama saat membawa Andriy Sevchenko ke Stamford Bridge sebesar 30.8 juta Pounds, dan uang 50 juta Pounds dikeluarkan untuk seorang Fernando Torres di tahun 2011.

Namun, menurut pengakuan manajer Jose Mourinho, status tim asal London Utara kini sudah bukan lagi sebagai klub pembeli. Ya, kini Mou mengakui kubunya adalah klub penjual. Hal ini bisa dilihat dari aksi The Roman Empire yang menjual beberapa pemain terlebih dahulu untuk mendatangkan dua rekrutan besar Cesc Fabregas dan Diego Costa.

Sebaliknya, adalah Manchester United yang jor-joran membeli pemain. Angel Di Maria diboyong dengan nilai transfer fantastis sekaligus memecahkan rekor Inggris. Mou pun sama sekali tidak tertarik memecahkan rekor transfer lagi.

“Tentunya Chelsea tidak, karena kami sedang berusaha merelasikan dengan Financial Fair Play. Kami membuat uang untuk bisa membeli pemain. Di jendela transfer musim panas ini Chelsea kehilangan pemain, tepatnya menjual,” kata Mourinho kepada Eurosport, Minggu (7/9/2014).

“Pada musim dingin kami menjual (Juan) Mata, musim panas ini kami menjual David Luiz dan (Romelu) Lukaku. Jadi, saat ini Chelsea bukanlah klub yang boros, Chelsea saat ini lebih menghasilkan uang ketimbang mengeluarkannya,” lanjutnya.