Manchester United disebut bakal butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan skema tiga pemain bertahan versi Louis van Gaal. Ujung-ujungnya, The Red Devils diprediksi sulit masuk empat besar di akhir musim nanti.

Kedatangan Louis van Gaal sebagai pengganti David Moyes tidak serta merta memberi MU kebangkitan seperti yang diharapkan suporternya. Skema permainan 3-5-2 yang dikembangkan Van Gaal di Old Trafford masih gagap dijalankan oleh Wayne Ronney dkk.

Di awal musim ini MU belum sekalipun dapat kemenangan. Setelah menelan kelalahan mengejutkan di kandang sendiri oleh Swansea pada pekan pertama kompetisi, MU lantas cuma bisa bermain imbang dengan Sunderland serta Burnley. Hasil lebih buruk didapat saat tunduk 0-4 di tangan MK Dons pada ajang Piala Liga Inggris.



MU saat ini tengah menjalani transisi sekaligus adaptasi dengan skema Van Gaal. Proses tersebut diprediksi tidak akan berjalan cepat dan mulus. MU bisa saja menelan kekalahan-kekalahan mengejutkan lainnya dan bakal terlambat bangkit.

"Jika Van Gaal bersikeras dengan tiga pemain belakang, itu akan menjadi transisi yang panjang dan menyakitkan buat MU. Mereka akan butuh waktu smapai November untuk bisa solid. Anda tidak akan bisa memenangi liga jika butuh waktu selama itu dan Anda mungkin juga tidak akan lolos ke Liga Champions," tulis Graeme Souness dalam kolomnya di Sunday Times seperti dikutip dari DailyMail.

Lebih lanjut, skema permainan tiga bek juga disebut mantan pemain Liverpool, Rangers, dan Blackburn itu tidak cocok dengan Angel Di Maria. MU disebutnya berpotensi kehilangan lebih banyak poin lagi.

"MU sudah kehilangan tujuh poin dari maksimal sembilan. Jika Anda melanjutkan dengan tiga pemain belakang hasilnya tidak akan membuat pemain berkembang, pemain akan menunjuk ke arah pelatih dan berkata 'Ini bukan karena saya tidak bermain bagus, tapi karena sistemnya'."

"Angel di Maria terlalu winger untuk dimainkan sebagai wing-back, jadi dia bisa dipasang pada posisi pemain paling melebar dari 3-5-2. Jika Anda bermain dengan empat bek maka dia bisa dimainkan melevar, seperti saat dia membuat tiga assist dan satu gol di Argentina ketika menglahkan Jerman. Saya tidak banyak membaca soal pertandingan internasional, tapi performa itu menunjukkan taleta yang dia punya," papar Souness.