Diego Costa tampil luar biasa dengan mengemas trigol dalam kemenangan 4-2 Chelsea atas Swansea. Hal itu menuai komentar dari Manajer Chelsea Jose Mourinho.

Di Stamford Bridge, Sabtu (14/9/2014), Chelsea sebenarnya tertinggal lebih dulu dari Swansea akibat gol bunuh diri dari John Terry di menit ke-11.

Akan tetapi, setelah itu Costa beraksi dan mencetak gol di menit ke-45, 56, dan kemudian 67 untuk menggenapi trigolnya di laga tersebut, membuat para suporter Chelsea bernyanyi 'ia mencetak gol semaunya' untuk si penyerang Spanyol kelahiran Brasil 25 tahun.



Tambahan tiga gol membuat Costa kini sudah mengoleksi tujuh gol dalam empat pertandingan Premier League yang ia lakoni awal musim ini. Sejak Mick Quinn melakukannya untuk Coventry City tahun 1992, baru kali ini lagi ada pemain yang bisa mencetak gol di masing-masing empat laga awal liga.

Ini tentu membuat Mourinho gembira, dan bahkan kaget, kendatipun ia juga tak mau ada ekspektasi dan tuntutan yang terlampau besar untuk Costa.

"Jika tim bermain baik ia mesti bikin gol-gol. Tujuh gol dalam empat pertandingan mungkin sudah terlalu banyak--kita tak bisa mengharapkannya sudah bikin 14 gol setelah delapan pertandingan," kata Mourinho di situs resmi Chelsea.

"Itu mengejutkan saya karena ini tak normal--Anda tak bisa mengulanginya secara rutin," lanjutnya.

Sejak kembali menangani Chelsea pada musim lalu untuk periode kedua, Mourinho mengaku sudah meracik sebuah tim yang butuh seorang penyerang dengan gaya tertentu. Hal itu tampaknya belum mampu dipenuhi oleh Fernando Torres, Demba Ba, dan Samuel Eto'o musim, sampai akhirnya musim panas ini datanglah Costa dan penyerang Prancis Loic Remy yang mencetak gol keempat Chelsea dalam debutnya lawan Swansea.

"Ia (Costa) nyaman di tim. Saya pikir kini semura orang tahu Chelsea sudah bertindak tepat dengan menunggu dirinya. Jika ia bisa terus bikin sejumlah gol, sejumlah itu akan memberi kami poin, dan poin membantu tim untuk berada di papan atas klasemen," beber Mourinho.