Musim lalu pertahanan yang buruk jadi salah satu alasan mengapa Liverpool akhirnya gagal juara. Musim berganti, masalah itu tampaknya masih belum bisa ditemukan penawarnya oleh Brendan Rodgers.

Bersaing dengan Manchester City musim lalu, Liverpool nyaris saja bisa bertakhta andaikan tak terpeleset di pekan-pekan akhir dan harus merelakan trofi Premier League terbang ke Etihad Stadium.



Meski gagal jadi juara, permainan Liverpool mengundang decak kagum dan total 101 gol yang dibuat Luis Suarez dkk musim lalu hanya kalah satu gol dari total gol City dari 38 pertandingan.

Tapi masalah The Reds bukanlah di sisi lini serang melainkan ada di belakang di gawang Simon Mignolet kebobolan 50 kali, terbanyak di antara tim penghuni empat besar dan hanya lebih baik dari Tottenham Hotspur (51 gol) di antara tim-tim tujuh besar.

Masalah Rodgers adalah musim lalu ia selalu merotasi empat bek yang dimilikinya, yakni Martin Skrtel, Daniel Agger, Mamadou Sakho, dan Kolo Toure. Paling-paling hanya Skrtel dan Sakho yang lumayan bertahan lama, di mana Agger kerap bolak-balik ruang perawatan sehingga tak bisa lama berpasangan dengan Skrtel.

Begitu Agger dilepas musim panas ini, Rodgers pun sengaja mendatangkan Dejan Lovren dari Southampton dengan banderol tinggi yakni 20 juta poundsterling, yang merupakan rekor pembelian bek di klub tersebut.

Lovren yang disebut-sebut bertipikal Jamie Carragher akan membuat lini belakang 'Si Merah' kembali nyaman, mengingat tak ada sosok pemimpin ketika Carragher pensiun