Mantan gelandang Liverpool, Dietmar Hamann begitu yakin bahwa Mesut Ozil tidak merasa bahagia selama membela Arsenal. Hal tersebut disinyalir, lantaran ia kerap dipaksakan untuk bermain sebagai karakter yang berbeda.


Mesut Ozil (Foto: Reuters)

Sebelumnya, Meriam London harus menuai kekalahan 0-2 atas Borussia Dortmund di laga perdana Liga Champions dini hari WIB kemarin. Di pertandingan itu, Ozil harus digantikan Alex Oxlade Chamberlain di menit ke-60 jalannya laga, menyusul kontribusinya tak terlihat maksimal.

Sejak didatangkan dari Real Madrid dengan mahar senilai 42 juta Pounds, pemain berusia 25 tahun itu kerap diposisikan sebagai pemain sayap oleh Pelatih Arsene Wenger. Hal inilah yang kini diyakini Hamann menjadi penyebab minimnya kontribusi Ozil bagi The Gunners.

”Saya tidak tahu bagaimana Arsenal akan menempatkan dia (Ozil) bermain. Dia berada di sana (di posisi sayap) untuk beberapa saat. Dia tidak terlihat senang, saya tidak tahu apa yang salah dengan anak itu. Dia melakukan dengan sangat baik untuk Jerman di Piala Dunia (2014),” ucap Hamann, seperti dilansir The Sport Review, Kamis (18/9/2014).

“Satu-satunya posisi yang bisa ia mainkan di Inggris adalah di belakang penyerang tengah. Ini adalah permainan yang berbeda di Inggris, ini lebih intens, lebih cepat, dan lebih membutuhkan fisik,” tambahnya.

“Dia tampak tidak dapat bermain baik di posisinya setiap minggu, atau setiap tiga atau empat hari. Melawan Borussia Dortmund ia mendapat pergantian setelah menit 60 dan itu sangat aneh,” pungkas Hamann.