Hasil imbang yang didapat Chelsea pada laga big match kontra Manchester City, menjadi pelajaran berharga bagi Jose Mourinho. Mou meminta kalau timnya harus mengontrol emosi untuk bisa meraih kemenangan.


Jose Mourinho (Foto: Reuters/Suzanne Plunkett)

Pada laga yang diadakan di Etihad Stadium, Minggu (21/9/2014) lalu, The Blues baru bisa menjebol gawang Joe Hart di menit 71 lewat Andre Schurrle, usai melawan 10 pemain setelah Pablo Zabaleta terkena kartu merah di menit 66. Sayang lantaran tidak mengontrol permainan di lima menit akhir pertandingan, gawang Thibaut Courtois dijebol Frank Lampard tepatnya di menit 85.

“Melawan 10 pemain, kami bisa memenangkan pertandingan. Saya rasa jika laga berjalan emosional, tidak masalah jika 10 pemain melawan 11- angka tidak penting. Saat laga berjalan taktis, ya mereka melakukannya. Kami merasakannya bahkan sebelum kartu merah, karena kami mengirim Schurrle untuk memenangkan pertandingan, dan kami melakukan hal itu dengan baik,” kata Mou dilansir Soccerway, Selasa (23/9/2014).

“Melawan 10 pemain, kami lelah, kami mencetak gol, kami menghantam tiang gawang dan sulit terkontrol. Tapi setelah itu mereka mencetak gol di lima menit terakhir, di mana laga berjalan emosional dan mereka secara psikologis lebih kuat dari kami, saat suporter berada di belakang mereka,” sambungnya.

Pelatih asal Portugal ini mengaku kecewa lantaran timnya gagal melanjutnya tren clean sheet di empat laga sebelumnya. Dirinya juga menyadari jika pertarungan di Premier League semakin gila setelah hal-hal terduga terjadi pada pekan lalu. Ketika tim besar sekelas Manchester United harus dikalahkan tim promosi Leicester City dan Everton yang juga menelan kekalahan dari Cyrstal Palace.

Premier League untuk saat ini bukan hanya berbeda tapi juga gila. Kami meraih angka 6-3 di Everton, United menang 3-1 dan kemudian kalah 5-3 di Leicester, Palace bertandang ke Everton dan menang. Lebih dari spesial, saya rasa Premier League berjalan gila,” tegas The Special One.