Sabtu malam mendatang (29/9/2014), Brad Guzan bakal berkesempatan menjumpai Chelsea, tim dengan dua kiper yang sangat dikaguminya, Thibaut Courtois dan Petr Cech.

Guzan mengungkit pujian pada Courtois berkat prestasi yang dipamerkannya semasa durasi pinjamannya di Atlético Madrid. Tak hanya itu, di usia yang sangat muda, Courtois juga sanggup menasbihkan dirinya sebagai garda gawang terbaik tim nasional Belgia.

“Thibaut merantau ke Spanyol, tanpa mengenali bahasa dan liga di sana. Tapi dia meraih penghormatan individu dan tim. Sekarang dia kembali dan menempatkan dirinya sebagai kiper nomor satu di Chelsea,” puji kiper Aston Villa tersebut kepada ESPN, Kamis (25/9/2014).

“Catatan Thibaut luar biasa. Dia meraih gelar beberapa musim terakhir di Atlético dan itu sudah bicara banyak soal dirinya. Begitupun di (timnas) Belgia. Dia baru berusia 22 tahun dan dia sudah jadi kiper top dan seseorang di Chelsea melihat masa depan cerah soal kariernya,” lanjut Guzan.

Walau Courtois dianggap merupakan satu dari lima kiper terbaik dunia saat ini, Guzan tetap angkat topi buat kapasitas dan pengalaman yang dimiliki Cech.

“Dia (Courtois) seseorang yang saya yakini sebagai salah satu dari lima kiper terbaik dunia. Tapi Petr juga kiper top dan kepribadiannya juga sangat baik. Saya sempat mengobrol dengannya beberapa pekan lalu ketika Amerika Serikat melawan Rep. Ceko,” sambungnya lagi.

Akan tetapi, bukan berarti Guzan bersama The Villans tak ingin menyakiti tim asal London Barat itu, ketika mereka bentrok di matchday keenam, Sabtu mendatang. Meski punya dua kiper top, tetap tak menjamin gawang The Blues senantiasa ‘perawan’. Tujuh gol yang bersarang di lima laga awal sudah jadi bukti bahwa pertahanan Chelsea lumayan rapuh.

Chelsea punya pertahanan top dan kiper top, tapi yang jelas mereka masih bisa kebobolan banyak gol musim ini. Dengan serangan yang kami punya, saya tak ragu bahwa kami bisa menyebabkan masalah pada mereka dan memberikan pertanyaan yang bagus soal pertahanan mereka,” tutup Guzan.