Didier Drogba kembali ke Chelsea setelah sempat dua tahun berkarier di China dan Turki. Meski usianya menua, Drogba disebut masih sama tajamnya dengan saat meninggalkan The Blues.

Drogba adalah pahlawan Chelsea saat klub tersebut menjadi juara Liga Champions pada tahun 2012. Penyerang berkebangsaan Pantai Gading itu mencetak gol ke gawang Bayern Munich di final dan menjadi penentu kemenangan Chelsea dalam adu penalti.



Setelah laga final Liga Champions itu, Drogba pergi dari Stamford Bridge karena kontraknya dengan Chelsea berakhir. Dia hijrah ke China dan menerima pinangan Shanghai Shenhua.

Tapi, Drogba tak bertahan lama di Shenhua. Pada awal tahun 2013, dia pindah ke Galatasaray dan dikontrak selama satu setengah tahun.

Setelah kontrak Drogba dengan Galatasaray habis, pintu Chelsea kembali terbuka untuknya. Striker berusia 36 tahun itu pun "pulang" ke rumah yang telah membesarkan namanya.

Meski usianya sudah terhitung veteran, Drogba masih mampu memberi kontribusi signifikan. Dia mencetak gol pada tiga pertandingan terakhir, masing-masing ke gawang Maribor, Manchester United, dan Shrewsbury Town.

Rekan setim Drogba di Chelsea, Gary Cahill, ikut senang melihat Drogba yang tetap tajam. Cahill bahkan menyebut Drogba masih seganas tahun 2012 silam.

"Didier sekarang sepenuhnya fit. Dia terlihat tajam dan berbahaya, persis seperti saat dia pergi," ujar Cahill di Mirror.

"Lebih dari itu, dengan makin banyaknya pertandingan dia akan makin bugar dan makin tajam. Dia amat penting buat kami di Shrewsbury dan mencetak gol vital," katanya.

Drogba saat ini hanya terikat kontrak sampai akhir musim di Chelsea. Menurut Cahill, kalau Drogba terus tampil seperti sekarang, ada peluang dia akan terus bertahan.

"Siapa tahu? (Kontrak) itu yang disepakati klub dan Didier, tapi pada saat ini kami memulai musim dengan baik dan dia memegang peran penting," tuturnya.

"Karakternya di luar lapangan luar biasa. Tentu saja Diego (Costa) lebih banyak bermain, tapi Didier sedang kembali ke ketajamannya," kata Cahill.