Didier Drogba membuktikan dirinya belum habis. Dengan usia yang terhitung tidak muda lagi, striker asal Pantai Gading itu masih bertaji dan jadi contoh yang baik untuk pemain-pemain muda Chelsea.

Drogba menjadi andalan Chelsea di lini depan pada tiga pertandingan terakhir. The Blues kembali mengandalkan Drogba lantaran Diego Costa dan Loic Remy sedang dibekap cedera.

Meski sudah berumur 36 tahun, Drogba belum kehilangan ketajamannya. Dia secara berturut-turut sukses menjebol gawang Maribor, Manchester United, Shrewsbury Town.



Yang lebih istimewa lagi, Drogba hampir selalu main penuh. Dia tampil sejak menit ke-16 pada laga melawan Maribor, serta main selama 90 menit di kandang MU dan Shrewsbury.

Drogba adalah salah satu dari empat pemain Chelsea yang jadi starter di Old Trafford dan jadi starter lagi pada laga babak keempat Piala Liga Inggris melawan Shrewsbury di Greenhous Meadow, Rabu (29/10/2014) dinihari WIB. Dia berdampingan dengan pemain-pemain muda seperti Nathan Ake (19 tahun), Kurt Zouma (20 tahun), dan Andreas Christensen (18 tahun).

Apa yang ditunjukkan oleh Drogba di atas lapangan dipuji oleh manajer Jose Mourinho. Mourinho meminta para pemain muda di timnya meniru Drogba.

"Karakternya lebih besar daripada badannya. Apa yang dia lakukan hari ini mungkin karena karakternya dan bukan karena badannya. Lihat saja reaksi setelah ini. Tapi, inilah yang membuat para pemain spesial," ujar Mourinho di situs resmi klub.

"Kalau saya adalah seorang pemain muda dan saya main dengan orang seperti ini di tim saya, apa lagi yang bisa saya harapkan? Untuk para pemain muda, harusnya ini menjadi keistimewaan dan mereka harus belajar dari contoh -- contoh yang diberikan oleh para pemain senior hari ini," katanya.