Musim ini Derby Manchester terasa berbeda. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, duel antara Manchester United dan Manchester City, Minggu (2/11/2014) kemarin, menyuguhkan bentrokan dengan “rasa” yang sama sekali tak khas kota Manchester.

Bukan soal gengsi, melainkan tentang para pilar yang bertarung satu sama lain di tengah lapangan. Bayangkan, tak satupun pemain jebolan akademi atau yang asli kelahiran Manchester memunculkan batang hidungnya!


Musim lalu, United setidaknya masih punya Danny Welbeck. Namun pada bursa transfer musim panas sebelumnya, Welbeck terbuang dan dipungut Arsenal.

Laga derby pada fixture ke-10 Premier League di Etihad Stadium kemarin, justru lebih terasa “cita rasa” Argentina ketimbang Manchester dengan memunculkan enam nama asal negeri tango itu.

Memang, dari keseluruhan masih ada sekitar delapan pemain asli Inggris, tapi tak satu pun dari mereka yang berasal dari akademi City maupun United atau asli kelahiran Manchester.

Wayne Rooney satu-satunya pemain pribumi yang paling “lokal”, lantaran paling lama berkiprah di Manchester Merah. Namun Rooney notabene dilahirkan di kota pelabuhan, Liverpool.

Enam nama Argentina yang paling mendominasi berasal dari kubu The Citizens dengan mencatatkan nama Pablo Zabaleta, Martín Demichelis, Sergio Agüero dan Willy Caballero. Sementara dua lainnya datang dari kubu Setan Merah – Marcos Rojo dan Ángel di María.

Sedianya United sedikitnya masih punya satu atau dua pilar muda asli Manchester, yakni Tyler Blackett. Sayangnya, Louis van Gaal tak memasukkan namanya ke daftar skuad dan malah lebih percaya pada Chris Smalling, yang justru bikin malu dengan diusir keluar lapangan oleh wasit.

“Sebagai salah satu pemain lokal, saya tahu apa artinya (derby) ini untuk klub,” ujar Blackett kepada Daily Mail, Senin (3/11/2014).

“Jangan salah dulu, legiun asing juga tentu tahu soal tradisi di Manchester United. Tapi menjadi pemain lokal, memberi Anda suntikan ekstra untuk bermain baik jika dipercaya,” tutupnya.





SUMBER