Arsène Wenger kini tak perlu lagi dibikin ribet oleh masalah resleting jaketnya. Problem ini sedianya sepele, tapi kadang membuat nakhoda Arsenal itu kesal setiap kali kesulitan mengancingkan resleting jaket lamanya.

Musim sebelumnya, The Professor sering terlihat kesulitan, baik saat berdiri di pinggir lapangan, maupun sedang terduduk di bench, hanya untuk mengancingkan resleting jaket Nike-nya (sponsor apparel Arsenal sebelumnya).

Kerap kali, rekaman Wenger itu bahkan dijadikan candaan dan bahkan pem-bully-an di beragam media sosial.

Tapi kini problem itu sudah terpecahkan. Puma sebagai apparel baru Arsenal musim ini, menyediakan jaket dengan resleting yang lebih inovatif. Kini, Wenger tak lagi harus kerepotan mengancingkan resleting jaket panjangnya hingga ke leher demi menahan udara dingin.

Jaket baru dari Puma ini sedikit berbeda dalam hal resletingnya. Tak seperti jaket-jaket pada lazimnya, jaket yang disediakan Puma ini punya kait resleting ganda.

Kait bawah untuk menyatukan dua rel resleting, sementara satu kait di atasnya yang saling tersambung dengan kait bawahnya, berguna untuk memudahkan Wenger menaikkan resletingnya.

“Di Puma, kami tahu bahwa sepakbola tidak bisa diprediksi. Anda harus siap untuk hal apapun, baik itu lawan yang berat maupun cuaca yang buruk,” papar Puma dalam komersial barunya.

“Ada banyak macam hal yang bisa mengubah pertandingan. Jika Anda seorang pelatih, Anda butuh fokus. Anda tak bisa membiarkan apapun memecah fokus Anda, termasuk masalah resleting,” lanjut pernyataan apparel asal Jerman itu.

Wenger pun sudah memakainya saat The Gunners menjamu Anderlecht, pada matchday keempat Grup D Liga Champions. Sayangnya, Wenger tetap tak mampu membawa timnya menang. Arsenal justru ditahan imbang 3-3, walau sudah sempat unggul tiga gol lebih dulu.


SUMBER