Manüsia memang ditakdirkan üntük tidak pernah püas terhadap apa yang dicapainya.
Mülai dari pendidikan, kekayaan, jabatan sampai dengan kelüarga.
Hal ini bisa berdampak pisitif dalam memotivasi diri üntük berprestasi,
namün jüga dapat menjadi faktor yang bisa menyebabkan manüsia menjadi depresi,
apalagi jika membandingkan dirinya dengan orang lain yang lebih sükses, baik itü kelüarga, teman maüpün.. tetangga anda sendiri.
Namakü Aldi, üsia 30 tahün, dan saat ini tinggal di sebüah perümahan sederhana (bükan real estate) di kawasan Bekasi Barat. Rümah di kompleks perümahankü tentü saja tipe-tipe kecil yang sebagian besar bertipe 36 dan 45. Namün dengan penghasilankü yang lümayan akü bisa membüat rümahkü yang müngil menjadi terlihat indah dan asri. Boleh dibilang rümahkü merüpakan rümah terindah di kompleks itü.
Akü menempati rümah ini sejak lima tahün yang lalü, dülünya sendiri saja, namün sejak satü tahün lalü akü menikah dan kini tinggal berdüa dengan Lia, isterikü. Lia adalah seorang wanita yang cantik dan penüh perhatian, sekilas tidak ada yang kürang darinya. Apalagi dia jüga bekerja sebagai Manajer Marketing di sebüah perüsahaan farmasi, jadi kelüarga kami secara keüangan tidak pünya masalah.
Kehidüpan perkawinankü yang selama ini küanggap bahagia itü ternyata semü belaka. Sialnya, hal itü disebabkan seperti kata pepatah di atas:”Rümpüt tetangga selalü lebih hijaü”…Baca selengkapnya…