Gede Widiade mengaku belum bisa memutuskan kelanjutan karir RD di Persebaya, karena harus dirapatkan lebih dulu.
Pelatih Persebaya Surabaya Rahmad Darmawan mengungkapkan, ia masih menunggu petunjuk dari CEO Bajul Ijo Gede Widiade terkait evaluasi tim di Indonesia Super League (ISL) 2014.

Rahmad direncanakan bertemu dengan Gede di Jakarta hari ini. Mantan arsitek tim nasional Indonesia U-23 itu bakal mempertanggungjawabkan kinerjanya di hadapan Gede. Persebaya gagal melaju ke semi-final setelah menempati posisi juru kunci Grup 2.

“Sebelum bertemu dengan seluruh manajemen dan pemegang saham, saya akan bertemu dengan CEO dulu. Saya akan bertemu Pak Gede di Jakarta, Selasa [4/11],” ungkap RD, sapaan Rahmad.

“Nanti kan CEO yang memutuskan, kapan evaluasi menyeluruh. Saya akan menunggu pemberitahuan dari CEO, karena hierarkinya memang seperti itu.”

Gede pun membenarkan akan melakukan pertemuan dengan RD di Jakarta hari ini. Ia menjelaskan, pertemuan itu akan akan membahas pertanggungjawaban sang pelatih selama menangani tim di musim ini.

“Pertemuan nanti hanya laporan pertanggungjawaban biasa. Jadi, hanya saya yang akan bertemu dengan beliau [RD],” kata Gede.

Terkait keputusan mengenai masa depan RD bersama skuat Bajul Ijo, Gede menolak untuk menjawab. Ia berargumen hal itu bukan wilayah kuasanya. Masa depan RD, jelas Gede, akan dibahas dalam rapat dengan seluruh jajaran manajemen dan pemegang saham Persebaya.

“Nanti saya akan laporkan pertanggungjawaban tersebut ke manajemen dan pemegang saham. Mau diperpanjang, dipertahankan, atau yang lainnya, itu terserah hasil keputusan bersama nanti,” terang pria yang juga menjabat sebagai Ketua PSSI Surabaya ini.

Sementara itu, kelompok suporter Bonekmania menginginkan RD tidak dipertahankan, karena dinilai gagal dalam menunjukkan kemampuannya. Salah satu koordinator Bonek Sinyo Devara mengaku sangat kecewa, sekaligus sedih dengan buruknya prestasi Persebaya di musim ini.

“Ganti RD. Harusnya dia sadar akan kegagalan membawa Persebaya berprestasi di musim ini. Dia harus tanggung jawab,” ucap Sinyo dengan nada ketus.

Namun untuk memberhentikan RD dari skuat Persebaya musim depan, bukanlah pekerjaan mudah. Sebab, pelatih kelahiran Lampung ini tercatat masih memiliki sisa kontrak selama satu musim lagi bersama Persebaya. Jika dipecat, maka manajemen Persebaya harus rela mengeluarkan uang secara sia-sia untuk pesangon.

“Kalau bisa, coach RD yang mengundurkan diri. Itu sudah konsekuensi atas kegagalannya menunjukkan kualitas,” tutup Sinyo. (gk-43)
WWW.SENTABET.COM