Cerita Dewasa Anehnya Petualangan Birahi Edo dan Ria – Pengalaman ini saya dapat sewaktu saya masih bekerja sebagai driver shuttle bus pada sebuah perusahaan otobus di kota pelajar. Tugas saya adalah mengantarkan penumpang dari pool bus langsung ke alamat yang dituju. Waktu itu jam sebelas malam saya ngopi di kantin pool bus bersama beberapa rekan saya, kebetulan waktu itu saya dapat jatah nganter penumpang dari bus yang terakhir pada hari itu, ditemani sesama driver dan cleaning service saya menikmati secangkir kopi ginseng yg memang sengaja saya pesan biar badan lebih seger dan nambah tenaga malam itu karena setelah selesei mengantar penumpang nantinya saya mau berbenah tempat kost saya untuk hari selanjutnya pindah ke kost yang baru.

Tidak terasa akhirnya bus terakhir yang saya tunggu pun akhirnya tiba, begitu bus berhenti langsung beberapa penumpang keluar dari bus dan langsung diarahkan oleh pramugara bus kearah shuttle yang nantinya akan saya kemudikan. Ternyata hanya bersisa 4 penumpang yang harus saya antar, 3 orang laki-laki dan satu orang perempuan berjilbab. Satu per satu penumpang saya antarkan dan terakhir tersisa satu perempuan berjilbab tadi yang memang tempat tinggalnya paling jauh. Saya menanyakan arah ke tempat tujuan perempuan tersebut dan dari situlah kami terlibat pada sebuah obrolan yang nantinya membuat saya bertindak nekat.

Dari obrolan tersebut saya ketahui bahwa dia masih kulian semester 4 di sebuah PTN terkenal di kota pelajar ini. Namanya Ria. Setelah kita nyambung dalam obrolan perempuan tersebut meminta ijin untuk pindah ke bangku depan sekalian biar gampang nunjukin jalan ke saya. Setelah dia pindah kedepan baru saya bisa mengamatinya dan ternyata dia sangat manis, tampangnya mirip artis Citra Kirana, tapi body nya jauh berbeda, Ria memiliki payudara yang membusung dengan indahnya, entah berapa ukuranya tapi terlihat sangat jelas karena dia memakai kaos lengan panjang yg press body, dari situ saja saya sudah punya pikiran kotor, membayangkan bisa meremas dan mengenyot putingnya, maklum masih bujang dan jomblo pula, haha.. Akhirnya kami sampai juga pada tempat yang kami tuju, ternyata adalah sebuah tempat kost. Tempatnya dikelilingi oleh kebun dan disebelahnya ada sebuah rumah lumayan besar tapi kelihatan gelap, entah ada penghuninya atau tidak. Ria pun turun dan mengucapkan terimakasih kepada saya disertak senyumnya yang bisa membuat lelaki klepek klepek. Saya pun memutar balik mobil yang saya kendarai, lumayan jauh juga saya nyari ruang buat bisa putar balik karena jalanya emang sempit. Sewaktu saya melewati depan kost itu lagi saya lihat ria masih beediri diluar pagar, saya pun menghentikan laju mobil saya dan bertanya kepada ria, “kok masih diluar mbak?” Ria pun menjawab dengan raut muka gelisah, “iya nih mas, yang jaga kost kayaknya gak ada, temen kost ku juga udah pada tidur”.

Sumber