Mitos dan Fakta Premier League: Pertahanan Chelsea, Bola-Bola Panjang Stoke, dll.

Seberapa sering anda mempertanyakan ‘kebenaran-kebenaran’ tentang Premier League?
Sang juara Chelsea mungkin saja dijuluki ahli dalam strategi ‘Parkir Bus’, tapi seberapa bagus sebenarnya pertahanan mereka?
Bagaimana dengan Mesut Ozil? Apakah gelandang Arsenal ini benar-benar malas seperti yang dikatakan orang-orang?
Dan untuk Stoke, rasa nya kita semua tahu apa yang dibicarakan tentang mereka kan?

[SPOILER=Mitos]
Stoke adalah tim dengan permainan bola-bola panjang
Seiring dengan masuk nya mereka dalam jajaran tim Premier League dibawah arahan manager sebelum nya yaitu Tony Pulis, mereka membangun reputasi sebagai tim sepakbola yang mengandalkan bola-bola panjang dan set-set bola mati.
Tapi melihat bagaimana permainan ‘the Potters’ musim lalu, reputasi itu tidak lagi akurat. Dibawah arahan manager baru nya, Mark Hughes, mereka tidak terlihat mengincar penempatan bola jauh kedepan secepat mungkin, dan gol yang diciptakan dari set-set bola mati juga lebih sedikit.

Di saat mereka menjaga agresifitas nya ketika dibesut oleh Pulis, mereka sekarang terlihat jauh lebih nyaman dengan permainan penguasaan bola, mengoper bola lebih akurat, dan lebih serang bergerak dalam di area pertahanan lawan.
yang lebih penting lagi untuk para lawan-lawan nya, mereka sekarang memberi lebih banyak ancaman dari permainan terbuka nya, dibandingkan ketika mereka masih dibawah arahan Pulis. Pada 2012-2013, mereka menempati urutan ke-15 di Premier league untuk gol-gol yang diciptakan dari permainan terbuka. Dan musim lalu dibawah arahan Hughes, mereka menempati urutan ke-6 dengan 39 gol.
[/SPOILER]

[SPOILER=Mitos]
Gelar juara dimenangkan dari pertandingan-pertandingan besar
Musim lalu, Manager Chelsea Jose Mourinho sering dipuji untuk kehebatan nya memenangkan strategi ketika melawan tim-tim besar lain nya.
Tapi sebenarnya itu adalah hasil dari pertandingan-pertandingan melawan tim-tim papan tengah yang kemudian melebarkan jarak mereka dari para rival nya dalam memenangkan titel Juara Premier League.

Di saat Manchester City kalah dari West Ham dan Crystal Palace, begitu juga Arsenal dan Manchester United kedua nya kalah dua kali dari Swansea, satu-satu nya waktu dimana Chelsea kehilangan poin hanya ketika melawan tim papan tengah West Brom, itupun setelah mereka sudah memenangi titel lebih awal.
Jika riva-rival Chelsea mau menghentikan mereka mempertahankan gelar juara, mereka harus memperbaiki hasil ketika melawan tim-tim papan tengah.
[/SPOILER]

[SPOILER=Mitos]
Penguasaan bola berujung kesuksesan
Ketika sebuah tim yang mendominasi penguasaan bola kalah, mereka sering disebut kurang beruntung.
Namun ketika benar ada nya bahwa dari sebuah musim Premier League tim-tim top lebih banyak mendapatkan diri nya dominan dalam penguasaan bole dibanding tim-tim papan bawah, dalam catatan per tim musim lalu, tim yang lebih dominan dalam penguasaan bola hanya menang sedikit lebih banyak disbanding pada saat mereka kalah ketika mereka melakukan nya.
kenyataan nya jika anda melihat seluruh top 380 pertandingan musim lalu, tim yang lebih dominan dalam penguasaan bola berhasil menang 155 kali, seri 93 kali, dan kalah 132 kali. Bagi point dari statistic tersebut dengan 10 untuk mendapatkan 38 pertandingan dalam 1 musim, dan sang tim ‘penguasa bola’ akan mendapatkan poin 57 untuk menempatkan mereka di urutan 8 pada klasmen.

Crystal Palace menempati urutan terendah dalam penguasaan bola di antara tim-tim liga utama dalam 2 musim terakhir, tapi tetap berhasil finish di papan tengah klasmen. Sementara West Brom menang 1-0 di Old Trafford musim lalu hanya dengan 20% penguasaan bola.
Penguasaan bola adalah indikasi strategi dan gaya bermain dari sebuah tim, tidak harus menjadi indikasi dari sebuah kesuksesan.
[/SPOILER]

[SPOILER=Mitos]
Pertahanan Chelsea sangat rapat
Kemasukan gol paling sedikit di liga sepanjang perjalanan mereka meraih titel juara musim lalu, dapat dimengerti jika pertahanan Chelsea selalu di puji-puji.
tapi jika dibandingkan dengan rekor juara Premier League abad ini, kemasukan 32 gol bukan lah sesuatu yang sangat-sangat berarti.

Musim lalu, Chelsea kemasukan sama banyak nya dengan tim nya Carlo Ancelotti pada musim 2009/2010, dan 2 kali lebih banyak dari pada saat Jose Mourinho memenangkan titel pertama nya di musim 2004/2005.
Menarik nya, 6 gelar pertahanan terbaik dalam sejarah Premier League terjadi dalam kurun waktu 2004 sampai 2009. Dimana pada masa itu juga tim-tim Inggris mendominasi Champions League.
[/SPOILER]

[SPOILER=Mitos]
Mesut Ozil seorang pemalas
Julukan pemalas telah membayangi gelandang Arsenal Mesut Ozil semenjak dia datang dari Real Madrid ke Premier League 2 tahun lalu. Pada Maret lalu, mantang gelandang Manchester United Paul Scholes berfikir Ozil terlihat seolah-olah ‘Melaju per Gerakan-Gerakan’.
Tapi jika dibandingkan dengan 6 gelandang berkemampuan penyelesaian akhir terbaik di Premier League musim lalu, gelandang internasional Jerman itu memang tidak terlihat sangat enerjik di lapangan, namun tidak juga menjadi yang paling pasif jika dilihat dari sisi jumlah sprint dan merebut bola dari lawan.

Ozil mungkin berhutang budi untuk julukan ‘pemalas’ pada orang-orang yang mengharapkan dia berlari tanpa henti dan tanpa lelah seperti teman setim nya Alexis Sanchez. Namun perbandingan itu pun Nampak nya kurang adil. Hanya gelandang Chelsea Willian melakukan Sprint lebih sering disbanding pemain Internasional Chile itu musim lalu. Dan tidak ada gelandang serang top yang benar-benar bekerja sangat keras untuk merebut bola kembali dari lawan.
[/SPOILER]

[SPOILER=Sumber]
BBC
[/SPOILER]

[SPOILER=Berita Lainnya]
Preview Pertandingan
[/SPOILER]