Kekalahan dari Semen Padang di kandang menjadi pembelajaran bagi Edu untuk tidak melakukan eksperimen di delapan besar.
Pelatih persela Lamongan Eduard Tjong mengungkapkan, ia tidak ingin kembali melakukan eksperimen di dua laga sisa mereka di delapan besar Indonesia Super League (ISL) 2014.



Kekalahan 2-1 dari Semen Padang di hadapan pendukung sendiri menjadi pembelajaran bagi Eduard dalam meracik tim besutannya. Dalam laga itu, Edu, sapaan Euard, sempat menurunkan penyerang muda Rudi Santoso sebagai starter bersama dengan Feri Ariawan di posisi sayap kanan.

Hasilnya, Laskar Joko Tingkir sempat menjadi bulan-bulanan Semen Padang di babak pertama. Bahkan, banyak passing yang terlihat kurang akurat, serta tidak ada kesatuan, dan kekompakkan dalam bermain.

Walau peluang ke semi-final hampir pasti tertutup, Edu, sapaan Eduard, tidak ingin Persela menelan kekalahan saat menghadapi Arema Cronus akhir pekan ini, dan menjamu Persipura Jayapura, Rabu (29/10).

“Bukannya saya tidak ingin melihat penampilan pemain muda dan pelapis. Tapi Anda sudah lihat kemarin kan? Bagaimana permainan kami saat kalah dari Semen Padang. Permainan kami jelas tidak berkembang,” ujar Edu kepada Goal Indonesia.

“Saya tahu mereka itu masih muda, dan jarang mendapat kesempatan bermain. Secara pribadi, saya memang ingin berikan mereka banyak kesempatan, tapi nanti kan lawannya Arema dan Persipura. Kami tidak mau kebobolan gol lebih banyak.”

Kekalahan atas Semen Padang, membuat Persela masih terkapar di dasar klasemen grup, dengan hanya mengemas satu poin dari empat pertandingan. Meski demikian, Laskar Joko Tingkir akan berjuang sekuat tenaga, untuk menjadi ‘batu sandungan bagi Arema dan Persipura.

“Siapa yang tidak tahu kualitas Arema dan Persipura? Dengan perolehan poin saat ini, kami tidak mau hanya sekedar pasrah. Kami akan berusaha sekuat tenaga, untuk memberikan yang terbaik di dua laga sisa demi harga diri,” papar Edu.

Dalam laga kontra Semen Padang, masuknya Addison Alves dan Jusmadi di babak kedua, membawa pola serangan Persela berubah. Bahkan, Kabau Sirah harus rela menunggu di daerah pertahanannya, sebelum Airlangga berhasil mencetak tambahan gol.

“Di situlah perbedaaan yang sangat jelas terlihat, antara pemain muda dengan senior. Ini laga resmi, kami tidak mau banyak berspekulasi. Mungkin nanti, kami akan berikan porsi tersendiri bagi mereka [pemain muda],” pungkasnya. (gk-43)
www.sentabet.com