Cerita Ngentot Bercinta Saat Jam Kerja Kantor – Sekitar jam 17:15 Liza sudah datang di ruanganku, kebetulan seisi ruanganku sudah pada pulang semua. Aku duduk di kursi sambil menghadap ke Computer, sedangkan Liza ada di sebelah kiriku, dengan seksama dia memperhatikan apa yang kuajarkan. Tangan kananku ada pada mouse sedangkan tangan kiri kuletakkan di paha kiriku. Liza merapatkan tubuhnya untuk melihat apa yang ada di layar monitor, tanpa sengaja paha kanannya tersentuh tangan kiriku. Sebetulnya waktu itu aku tidak punya perasaan apa-apa, karena kupikir kita teman baik dan Liza orangnya juga baik sekali.

Setelah bersentuhan, kulirik pahanya yang putih mulus dan terasa senjataku menyesakkan celana katunku. Lumayan juga aku mengajari Liza untuk send & receive e-mail, jam telah menunjukkan pukul 18:00, seluruh karyawan kantor sudah pada pulang semua, tinggal aku berdua dengan Liza. Maka kuberanikan untuk menyentuh paha putih yang mulus itu dengan sangat perlahan sekali, aku takut kalau Liza nanti marah bisa gawat soalnya namanya juga teman.

Eh.., ternyata Liza diam saja dan pura-pura tanya bagaimana cara membuka home page yang ada di internet. Aku gembira setengah mati karena kusangka dia pasti marah atau paling tidak dia menegurku karena berani menyentuh pahanya yang putih. Sekitar 2 menit kuelus-elus pahanya, lalu kunaikkan jari-jariku sedikit demi sedikit ke atas menuju pangkal pahanya dan Liza mulai merem sambil tangannya merangkul pundakku sambil tetap berdiri di sebelahku, aku pun masih tetap duduk pura-pura memandangi layar monitor, karena bagaimana pun baru kali aku melakukan perselingkuhan.

Ujung jari tengahku menyentuh pangkal pahanya dan merasakan sekumpulan rambut hitam yang agak lembab dan masih di tutupi oleh celana dalam, Liza mendesah sambil mengucapkan, “Joe kok kamu lakukan padaku..?”
“Apakah kamu belum pernah melakukan yang seperti ini?, kalau memang belum pernah aku akan stop dan tidak akan melakukan ini padamu.. dan aku juga minta maaf apa yang telah kuperbuat padamu..”

Ternyata Liza diam saja, matanya merem lagi sambil mendesah, sementara sambil berkata, jari tengahku sudah melewati celah celana dalamnya sehingga menyentuh bibir kemaluannya. Kuteruskan tanganku bergerilya dan kugesek-gesekkan di klitorisnya, kira-kira 15 menit aku bermain di lubang & bibir kemaluannya, sambil setengah sadar dia berkata, “Aduh.. gelii.. gelii.. Joee..” tanpa kusadari tangan dan celana dalam Liza sudah basah berlendir, tangannya rapat memegang pundakku dan mulut kami telah beradu, sambil saling mengulum.

Sumber