Cerita Seks Akibat Balapan Liar - Pagi-pagi sekali Herman mengajakku menemaninya ke polsek, awalnya aku tidak tahu apa tujuannya. Namun dalam perjalanan, Herman menceritakannya, bahwa Syamsul semalam ditahan polisi atas tuduhan perampokan dan pemerkosaan. Mendengar hal tersebut aku langsung shok, kenapa bisa Syamsul melakukan hal seperti itu. Dilema besar menghantui kami, hingga aku tidak tenang membawa mobil menuju polsek. Koleksi Cerita Seks: Akibat Balapan Liar – Sejak Herman menikah, kami sudah tidak melakukan hal bejat lagi, hanya usaha plus-plus saja yang kami pertahankan untuk menafkahi kami sehari-hari. Kelalukan seperti memperkosa atau merampok tidak pernah kami lakukan lagi, entah apa yang sedang merasuki Syamsul hingga ia nekat berbuat demikian. Semoga saja tuduhan itu tidak benar. “Mungkin ke depan, saya mau tutup usaha kita man…”, kata Herman. “Kenapa boss?”, tanyaku. “Kita usaha yang positif saja man…”, jawab Herman. Memang kulihat Herman sudah terlihat agak berbeda sejak ia menikah, mungkin ia sudah mulai bertobat dari segala dosanya. “Gue nyesal man, bisa kayak gini…”, lanjut Herman sambil menundukkan kepalanya. “Hampir sampai boss…”, aku coba mengalihkan pembicaraan, aku tak mau boss Herman bersedih, ia pasti berpikir dialah yang menjerumuskan kami semua. Koleksi Cerita Seks Terupdate – Sampai di polsek, Herman lalu menemui polisi, mungkin mencoba untuk membebaskan Syamsul. Aku langsung minta ijin bertemu dengan Syamsul. “Satorman…”, Syamsul memanggilku pelan dengan suara yang rendah. Raut wajahnya murung sekali. Ia lalu duduk depanku, “Maafkan aku bro…”, katanya. Kemudian ia mulai bercerita apa yang terjadi dengannya. *** Tiga hari sebelumnya Syamsul ditantang adu balap liar dengan seorang pemuda bernama Heru. Syamsul yang sudah yakin dengan settingan motor King nya pun tidak mau diremehkan. “Oke, kita taruhan!”, tantang Syamsul balik. “Lima puluh juta!”, tantang si Heru. Syamsul yang tidak memiliki dana sebesar itu pun bernegosiasi, “Taruhan motor saja…”, kata Syamsul. “Yang kalah serahin motor balapannya saja!”, lanjut Syamsul. “Oke, deal!” jawab Heru. Syamsul mengenal Heru dari masa lalu nya yang sering ngumpul dengan geng motor. Syamsul sudah lama tidak pernah berkumpul dengan mereka lagi sejak ia buka usaha tambal ban kecil- kecilan, juga membantu menjaga tempat usaha Herman. Balap liar jarang sekali Syamsul ikuti, hanya saja ia sering membantu menyettingkan mesin para joki balap liar itu. Malamnya tiba, para preman sudah mulai memadati jalan raya yang menuju luar kota, jalanan ini cukup sepi di malam harinya. Tepatnya jam 24:00, para preman sudah menutup jalan untuk sementara. Kiri kanan dipadati para biker jalanan yang clubnya tidak resmi. Rata-rata adalah motor modifan drag race, dari matik, bebek hingga moge. Syamsul sudah bersiap-siap berlomba dengan Heru, sama-sama menggunakan motor King yang sudah disetting khusus balap liar. Nampak puluhan orang yang berada di kiri kanan jalan juga ribut untuk taruhan.

Sumber