PSSI menegaskan terus menanggapi dengan serius mengenai persoalan match-fixing. Beberapa kebijakan pun diambil oleh PSSI melalui rapat Komite Eksekutif-nya, 23 Juli lalu, yang berkaitan dengan hal tersebut.

"Salah satunya, PSSI menunjuk Hinca Pandjaitan sebagai saluran resmi ke AFC dan FIFA untuk integritas sepakbola," ucap Joko Driyono, Sekjen PSSI. Seperti diketahui, Hinca saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi Disiplin PSSI.

Di samping itu, untuk mendapatkan data yang lebih konkret, PT Liga Indonesia juga akan bekerja sama dengan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jaringan informasi data pertandingan olahraga internasional, Sportradar. "Penandatanganan kontrak akan dilakukan pada 11 dan 12 Agustus. Kerja sama ini terkait memerangi match-fixing," tambah Joko.

Di sisi lain, AFC maupun FIFA memang sangat serius terhadap masalah integritas sepakbola. Bahkan, AFC baru-baru ini mengeluarkan buku saku terbaru sebagai salah satu alat untuk memerangi pengaturan pertandingan yang akan dibagikan ke seluruh Anggota AFC.

Dalam buku itu terdapat informasi bagaimana biasanya pengaturan pertandingan dijalankan. Di samping itu, ada pula informasi mengenai sanksi yang bisa diterima para pelaku match-fixing mulai dari denda, dipenjarakan, hingga larangan seumur hidup terlibat sepakbola.

Diharapkan, adanya buku ini bisa mencegah manipulasi pertandingan di lingkup Anggota AFC. "Namun, inisiatif ini hanya bisa sukses jika semua Anggota AFC aktif bekerja untuk melawan pengaturan pertandingan dan korupsi. Yakinlah, AFC berdiri dengan para Anggota Asosiasi dalam memerangi ancaman bagi sepakbola Asia ini," ujar Sanjeevan Balasingam, Direktur Member Association and Development Department Integrity Unit AFC.

Posted : BANDAR BOLA