Terjadi keributan antar pemain usai laga Parma kontra Napoli usai. Kubu Parma mengklaim Napoli melakukan penghinaan terhadap mereka karena tak terima gagal menang.

Parma secara gemilang mengimbangi Napoli di Ennio Tardini, MInggu (10/5/2015) dinihari WIB tadi. Mereka bahkan dua kali unggul lebih dahulu.

Raffaele Palladino membawa mereka memimpin di menit ke-9, sebelum disamakkan Manolo Gabbiadini di menit ke-28. Namun Cristobal Jorquera kembali membawa Gialloblu kembali di atas angin di menit ke-33.

Tertinggal, Napoli makin agresif menggempur Parma. Hasilnya baru didapatkan di menit ke-72 melalui Dries Mertens. Meski terus dominan sampai akhir laga, Partenopei gagal menambah gol dan harus puas dengan satu poin melawan tim yang sudah dipastikan terdegradasi dan berlabel bangkrut.

Ternyata hasil tersebut memicu keributan. Di lapangan, penyerang Napoli Gonzalo Higuain dan kiper Parma Antonio Mirante tampak bersitegang. Mereka sampai harus dipisahkan rekan setim masing-masing demi menghindari kejadian lebih jauh.

Insiden itu tak berhenti begitu saja. Dilaporkan bahwa keributan bahkan berlangsung sampai di lorong masuk ke ruang ganti. Parma mengklaim tak cuma para pemain Napoli yang mengeluarkan kata-kata hinaan.

“Kami mengirimkan ‘pesan’ biasa untuk klub-klub Serie A lainnya dan itu memuaskan kami serta seluruh pekerja di klub ini. Tapi di peluit akhir, ada sebuah skandal. Mendengarkan kami disebut ‘kegagalan’ dan ‘degradasi’ itu menyakitkan. Hanya karena kami memberikan upaya di lapangan,” kata Palladino dikutip

“Mungkin Napoli berpikir mereka hanya akan muncul di lapangan dan mendapatkan kemenangan mudah. Well, mereka sangatlah salah. Mereka komplain karena kami berjuang mendapatkan hasil, meski kami sudah bangkrut dan terdegradasi.”

“Betapa itu kalimat yang konyol, tidak adil, dan mengecewakan. Di menit-menit akhir mereka semua mengatakan hal-hal tersebut kepada kami, tapi kami memberikan hati dan jiwa kepada para penggemar dan seragam klub ini.”

“Kami para profesional dan ingin melakukan yang terbaik. Kenapa komplain bahwa kami memainkan laga yang sesungguhnya?” tambahnya.

Sebagai catatan, Parma beberapa kali memetik hasil mengejutkan melawan tim besar. Mereka menang atas tim juara, Juventus, lalu menahan imbang tim-tim seperti AS Roma, Inter Milan, dan Napoli malam tadi.

Pelatih Parma, Roberto Donadoni, menegaskan terjadinya hal serupa. Namun dia enggan menyebut nama-nama dari kubu Napoli yang terlibat.

“Saya di sana dan mendengar apa yang diucapkan setelah pertandingan. Mendapati orang-orang mengatakan kami seharusnya kalah hanya karena kami sudah bangkrut dan terdegradasi itu menjijikkan dan memalukan,” ujar Donadoni kepada Mediaset dikutip Football Italia.

“Tidak cuma Higuain, tapi beberapa orang lain mengatakan hal serupa di lapangan selama pertandingan. Dan ketika Anda mendengarkan itu dari seorang direktur, itu benar-benar merupakan tragedi.”

“Ini sunggu menakjubkan. Saya tidak mau menyebut nama. Jika saya ingin mengatakan sesuatu pada orang-orang ini, saya akan melakukannya di depan mereka,” demikian dia.

Kabar yang beredar, direktur yang dimaksud Donadoni adalah Ricardo Bigon yang merupakan direktur olah raga Napoli. Belum ada komentar dari kubu Napoli terkait kejadian ini.

Email: [email protected]

PIN BBM: 7E30C0A9

hl8mobile.com