hl8mobile.com – Rencana Tim Transisi untuk secepatnya menggelar open tournament dan kompetisi kembali mundur. Mereka beralasan menghormati keputusan sela PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) hingga 8 Juni.

Tim Transisi hari Senin (1/6) ini menggelar rapat informal di Kantor Kemenpora, tanpa dihadiri oleh Menpora Imam Nahrawi, melainkan perwakilannya, Edi Nurindra.

Hasilnya belum ada yang terlalu signifikan. Soal open tournament dan kompetisi yang sudah lama mereka wacanakan, kongkretnya baru akan diumumkan setelah tanggal 8 Juni.

“Pertemuan hari ini adalah pertemuan informal yang dihadiri anggota Tim Transisi dalam rangka merespons perkembangan terkini tentang sanksi FIFA untuk PSSI. Tentu pertemuan ini sangat penting bagi kami karena menyusun langkah strategis yang akan diambil pasca 8 Juni nanti,” ungkap koordinator pokja komunikasi, Zuhairi Misrawi.

“Setelah tanggal 8 Juni, semua akan kami umumkan secara detail. Karena Tim Transisi sudah punya jadwal. Tapi kami baru bisa bekerja tanggal 8 Juni, kami akan sampaikan jadwal itu. Kami menghormati keputusan sela di PTUN sampai 8 Juni.

Lalu bagaimana jika hasil sidang PTUN sama dengan sebelumnya, yakni memenangkan PSSI? Tim Transisi yakin tidak begitu.

“Tidak akan, karena ada bukti bahwa PSSI sudah disanksi oleh FIFA. Artinya, ini menjadi bukti baru di persidangan nanti,” timpal Saud Sirait.

Beberapa hari lalu Tim Transisi menyatakan bahwa mereka tetap eksis dan akan bekerja cepat untuk menyusun jadwal open tournament ataupun kompetisi. Bahkan, pekan ini mereka berencana menyebarkan undangan kepada klub-klub baik profesional atau amatir.

“Tidak jadi disebar undangannya. Karena kami menghormati proses hukum di PTUN,” kata Zuhairi lagi.

Sebelumnya Sesmenpora Alfitra Salamm mengatakan bahwa keputusan sela di PTUN tidak akan berpengaruh apa-apa karena FIFA sudah memberikan sanksi kepada PSSI.

Email: [email protected]

PIN BBM: 7E30C0A9

hl8mobile.com