hl8mobile.com – Pro-kontra soal hukuman FIFA pada federasi sepakbola Indonesia masih berlangsung. Di masa lalu, Indonesia bahkan pernah memutuskan keluar sebagai anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

“Semua mata dunia juga sedang mengawasi FIFA kok. Jadi, menurut saya sanksi FIFA pada Indonesia tidak mematikan sepakbola kita. Justru ini saatnya berbenah total karena selama ini sepakbola kita terlalu banyak masalah.”

Demikian disampaikan juru bicara Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (kedaiKOPI), Hendri Satrio, dalam perbincangan dengan detiksport, Selasa (2/6/2015) pagi.

“Bahwa FIFA sudah menghukum PSSI, ya mereka hanya menjalankan tugasnya sebagai organisasi. Tapi untuk prestasi negeri sendiri, ya tergantung kita. Ini ‘kan level FIFA, mestinya tidak masalah. Benahi, setelah itu masuk lagi. Kita ‘kan pernah keluar dari (organsasi) yang lebih besar: PBB,” sambungnya.

Indonesia memang pernah memutuskan keluar dari PBB pada Januari 1965. Keputusan itu diambil Presiden Soekarno setelah PBB menerima Malaysia sbagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, padahal saat itu Indonesia sedang berkonfrontasi dengan Malaysia. Indonesia kembali ke PBB hampir dua tahun kemudian, tepatnya pada September 1966.

Hendri menambahkan, masyarakat sepakbola Indonesia sedang terbelah pasca pembekuan PSSI dan sanksi FIFA ini: ada yang mendukung Menpora, ada yang tetap berharap pada PSSI.

“Tapi menurut saya ini bukan soal organisasinya, melainkan orang-orang yang mengurusnya. Terserah saja: apakah pemerintah mau bentuk federasi baru, ganti pengurus lama, atau PSSI dikembalikan ke pengurus yang lama. Yang jelas, masyarakat ingin sebuah tatanan yang lebih baik dan rindu prestasi,” imbuh jubir kedaiKOPI yang juga dosen Universitas Paramadina itu.

Email: [email protected]

PIN BBM: 7E30C0A9

hl8mobile.com