David Moyes tak mendapatkan dukungan dan kesempatan yang cukup untuk menangani Manchester United. Diangkat menggantikan Alex Ferguson pada Juli 2013, Moyes dipecat pada April 2014, saat Premier League menyisakan empat pertandingan.

Moyes pergi dalam keadaan MU duduk di peringkat ketujuh dengan nilai 57. MU mengarungi empat laga sisa di bawah asugan caretaker Ryan Giggs dan mengakhiri musim di peringkat ketujuh, dengan nilai 64.

MU kemudian mengangkat Louis van Gaal menjadi pelatih pada Juli 2014. Pelatih yang membawa Belanda menjadi second runner-up Piala Dunia 2014 ini melambungkan keyakinan pendukung dengan membawa MU menjuarai turnamen persahabatan International Champions Cup, di Amerika Serikat.

Namun, Inggris memberikan ujian kepada Van Gaal. Di bawah asuhannya, MU hanya meraih satu kemenangan dalam lima pertandingan Premier League plus kekalahan 0-4 dari Milton Keynes Dons putaran kedua Piala Liga.

Mengacu hasil lima laga perdana Premier League, Moyes lebih baik dari Van Gaal. Bersama Moyes, MU memenangi dua dari lima laga pertama Premier League 2013-2014.

Kegagalan menang pada tiga laga lainnya relatif bisa dimaklumi, karena lawannya adalah Chelsea, Liverpool, dan Manchester City. Sementara pada musim ini, MU gagal meraih poin penuh dari Swansea, Sunderland, Burnley, dan Leicester City.

Pertandingan melawan Leicester bisa disebut lebih tragis dibandingkan kekalahan dari MK Dons. Selain karena terjadi setelah bursa transfer ditutup yang artinya Van Gaal sudah memiliki skuad yang lebih baik, juga karena MU kalah 3-5 setelah sempat unggul 3-1.

Catatan Moyes bisa menjadi lebih baik dari Van Gaal, mengingat MU menggelontorkan 150 juta poundsterling atau sekitar Rp 3 triliun pada bursa transfer musim panas 2014. Dengan anggaran itu, MU mendatangkan Angel Di Maria dan Radamel Falcao.

Menurut Van Gaal, Moyes mewariskan skuad yang tidak seimbang sehingga butuh waktu untuk membentuk skuad yang ideal dan kompetitif. Namun, menurut pelatih West Ham, Sam Allardyce, MU mungkin tak akan berada dalam situasi seperti saat ini, jika mendukung Moyes seperti mereka mendukung Van Gaal.

"MU yang normal akan bersatu dan menang 5-3 di Leicester, bukan kalah 3-5. Anda tak menduga mereka akan mengalami hal itu. Betul mereka dalam masa transisi. Namun, kami juga berada dalam masa transfer. Namun, sementara transisi kami berjalan dengan baik, transisi mereka tidak. Kami membeli sembilan pemain baru dan melepas delapan pemain," ujar Allardyce.

"Jika saya berada pada posisi Moyes dan duduk di rumah, saya akan bertanya-tanya, kenapa mereka tidak memberikan 150 juta poundsterling ketika saya di sana. MU merasa puas karena tidak melakukan kegiatan besar pada bursa transfer dan memberikan pemain yang Moyes nilai dibutuhkan. Sekarang, di sana ada kepanikan,"