Penggawa Samurai Biru ini tak berhenti menunjukkan produktivitasnya usai mencetak rekor baru dua pekan silam.
13 September 2014, Shinji Okazaki menulis namanya dalam buku sejarah saat ia dua kali menjebol gawang tuan rumah Hertha Berlin untuk mengantar Mainz memetik kemenangan 3-1.

Itu adalah gol ke-27 dan 28 Okazaki selama berkarier di Bundesliga. Dengan demikian, ia melampaui rekor Yasuhiko Okudera (26 gol) sebagai pesepakbola Jepang paling tajam di pentas utama sepakbola Jerman.

"Itu rekor yang membuat saya sangat bangga. Tak mudah menancapkan kuku di Eropa, dan ini juga tak selalu mudah buat saya. Saya sangat ingin meningkatkan rekor tersebut, dan rekor gol pemain Jepang di Bundesliga," tutur Okazaki usai menghadapi Hertha.

SHINJI OKAZAKI


BIODATA
Tanggal Lahir
Tempat Lahir
Tinggi 16 April 1986
Hyogo, Jepang
174 cm
KARIER KLUB
2002-04
2005-10
2011-13
2013-sekarang SMA Takigawa Daini
Shimizu S-Pulse
VfB Stuttgart
Mainz
KARIER INTERNASIONAL
2007-08
2008-sekarang Jepang U-23
Jepang
Okazaki tak hanya bicara. Ia langsung menambah rekornya dengan kembali masuk papan skor dalam kemenangan 2-0 atas Borussia Dortmund (20/9) dan pada putaran terbaru, midweek ini, ia merobek jala Eintracht Frankfurt ketika Mainz bermain imbang 2-2 di Commerzbank-Arena.

Khusus musim ini, penyerang 28 tahun itu telah mengepak lima gol dari lima penampilan dan kini berdiri gagah di puncak daftar torjager. Berkat kontribusi besar Okazaki yang menyumbang lebih dari 50 persen total gol tim sejauh ini (9), Mainz bercokol di peringkat kelima. Mereka belum terkalahkan dan hanya berselisih dua angka dari tangga teratas klasemen milik Bayern Munich.

Okazaki toh tak selalu seproduktif ini di Bundesliga. Pertama kali merantau ke Jerman saat ditarik VfB Stuttgart dari Shimizu S-Pulse pada jendela transfer musim dingin 2011, pemain berpostur 174 cm ini tak begitu menonjol.

Selama berkarier dengan Shimizu, klub profesional pertamanya, Okazaki sukses mengemas 42 gol dalam 121 penampilan J-League. Tapi saat berkostum Stuttgart ia cuma bisa sepuluh kali masuk papan skor dari 63 aksi di Bundesliga.

Penurunan ketajaman itu terjadi lantaran Okazaki diplot sebagai winger di Mercedes-Benz Arena. Baru setelah pindah ke Mainz pada musim panas tahun lalu Okazaki kembali menunjukkan naluri tingginya untuk membobol gawang lawan. Diposisikan sebagai penyerang tengah oleh Thomas Tuchel dan sekarang Kasper Hjulmand, Okazaki menjawab dengan torehan impresif 20 gol dalam 38 partai liga untuk Mainz sejauh ini.

"Dia sungguh luar biasa," puji Hjulmand, yang datang ke Coface Arena menggantikan Tuchel awal musim ini.

"Dia seorang striker fantastis. Anda tak bisa bertahan menghadapinya karena dia selalu bergerak dan, pada waktu bersamaan, penyelesaiannya mengagumkan. Dia tahu persis di mana harus berada. Saya menyaksikan setap laga tahun lalu dan berpikir 'Apakah orang ini hanya beruntung?', tapi sekarang saya telah berada di sini beberapa waktu dan saya tahu dia tidak beruntung, dia hanya luar biasa bagus."

"Saya pikir semua orang bisa melihat betapa pentingnya dia untuk kami," timpal kiper Mainz, Loris Karius. "Bagaimana dia menahan bola, bagaimana dia membantu tim, dia sensasional. Sulit untuk memahami kenapa dia tak berhasil di Stuttgart, tapi itu merupakan keberuntungan buat kami."
Okazaki, sebagaimana orang Jepang pada umumnya, sangat gigih dan merupakan pekerja keras. Ini terlihat dari gol teranyarnya ke gawang Frankfurt.

Sebuah umpan panjang yang tampaknya akan bisa dihalau bek Frankfurt, Marco Russ, terus dikejar Okazaki hingga ia akhirnya sukses mencuri bola sebelum melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti dan memperdaya Kevin Trapp dengan tendangan melewati sela-sela kedua kaki sang kiper.

"Pemain Jepang sangat mobil," demikian tutur pakar sepakbola Jepang, Pierre Littbarski. "Mereka membuat hal-hal terjadi dalam ruang tersempit dan menguasai teknik istimewa yang dibutuhkan dalam sepakbola modern. Mereka juga sangat berkomitmen dan memiliki tendensi untuk menginginkan segalanya menjadi sempurna. Mereka bekerja sangat keras dalam latihan dan sangat disiplin."

Kolektor 79 cap dan 39 gol bersama Samurai Biru itu tentu hanya satu dari banyak pemain asal Negeri Matahari Terbit yang berkarier di Jerman. Dipelopori oleh kedatangan Okudera -- yang rekornya dipatahkan Okazaki -- ke FC Koln pada 1977, Jepang musim ini memiliki 12 pemain yang meramaikan Bundesliga. Itu menjadikan mereka negara pengekspor pemain terbesar keempat ke liga ini, setelah Swiss, Austria, dan Brasil.

Namun, tak bisa dimungkiri, sekarang ini sinar Okazaki adalah yang paling terang di antara para kompatriotnya, dan melalui gelontoran golnya, ia berharap dapat memberikan inspirasi buat rekan-rekannya di kampung halaman.

"Saya percaya ketika saya tampil baik, pemain-pemain yang menyaksikan di Jepang mungkin mendapatkan perasaan bahwa mereka juga bisa meraih sukses, dan itu membuat saya sangat bahagia."